Jumat, 24 Mei 2024

Uang dan Manusia

 Uang menurut fungsinya sebagai alat tukar dalam sebuah transaksi jual-beli, sebelum mengenal uang leluhur kita menggunakan sistem barter dalam transaksi jual-beli barang. Tidak diketahui siapa yang menciptakan uang tetapi keberadaan uang sudah muncul Ketika peradaban – peradaban besar lahir, pada masa itu uang berwujud koin emas ataupun perak. Dalam perjalanannya, keberadaan uang sering menimbulkan perselisihan, perpecahan bahkan peperangan antar sesama saudara dan keluarga. Manusia berlomba – lomba mengumpulkan uang sebanyak – banyaknya hingga melupakan hal – hal yang jauh lebih penting dalam hidupnya, yang pada akhirnya ketika telah mendapatkan uang yang banyak manusia tersadar bahwa selama mereka mengumpulkan uang telah banyak momen penting yang mereka lewatkan, seperti memberikan waktu untuk keluarga, orang tua dan anak, menyediakan waktu untuk menjaga dan merawat tubuh, menikmati alam dan memberikan waktu untuk berkumpul dengan teman – teman lama. Pada akhirnya menyesal akibat terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengumpulkan uang, kemudian mereka yang menyesal beberapa akan menasihati generasi muda untuk tidak mengikuti jejak mereka, beberapa anak muda ada yang mengikuti tetapi ada juga yang masa bodoh dan lebih memilih jalan yang dulu dilalui oleh generasi tua ini.

            Pada era sekarang, kita bisa melihat betapa besarnya pengaruh uang terhadap kehidupan, berbagai macam kendala bisa dengan mudah diselesaikan dengan uang, untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat juga bisa dengan uang, tetapi memperolehnya juga dibutuhkan usaha, trik dan teknik. Di era modern ini, mayoritas orang mendapatkan uang melalui gaji/upah yang diperoleh dari bekerja ikut orang di suatu perusahaan, sisanya memperolehnya melalui jasa dan dunia perdagangan. Hal – hal di atas memang sesuatu yang biasa, tetapi akan menjadi luar biasa Ketika seseorang mulai berlebihan atau ambisius untuk mendapatkan uang, dan dari sinilah mulai muncul berbagai macam masalah, mulai dari memaksa karyawan bekerja lebih keras hingga jatuh sakit, menghalalkan segala cara untuk memperoleh untung yang lebih, eksploitasi pekerja agar pengeluaran untuk gaji bisa diminimalkan dan yang paling parah melakukan tindakan kriminal seperti penipuan, menjual barang terlarang dan masih banyak lainnya.

            Dari sikap ambisius itulah nanti akan melahirkan sikap cinta akan uang, orang – orang yang seperti ini akan menjadi tergila – gila mengumpulkan uang sebanyak – banyaknya untuk berfoya – foya, pamer dan menyombongkan diri, ditambah dengan munculnya berbagai macam produk duniawi membuat orang – orang tanpa sadar menjadi hamba uang yang nantinya berujung pada manajemen keuangan yang buruk jika terlalu memuja uang untuk foya – foya.

            Dampak lainnya akibat cinta akan uang adalah rusaknya hubungan pertemanan, saudara dan keluarga akibat perselisihan yang melibatkan uang, contoh yang paling umum adalah masalah hutang, ini merupakan salah satu masalah yang bisa memicu konflik besar antara 2 sahabat ataupun 2 saudara, faktor penyebabnya juga banyak, salah satunya keengganan pihak yang berhutang untuk membayar hutangnya, individu seperti ini biasanya berhutang hanya untuk berfoya – foya dan mengikuti nafsu duniawi hingga melupakan tanggung jawabnya untuk melunasi hutang tersebut. Contoh lain selain hutang piutang adalah warisan, ini adalah salah satu subyek konflik yang paling sering memicu perpecahan antar keluarga dan saudara kandung, yang sering berakhir dengan pertengkaran hebat, pemutusan hubungan antar saudara, masuk ke pengadilan dan yang terburuk pembunuhan terhadap keluarga kandung sendiri. Beberapa orang bahkan menganggap warisan sebagai kutukan dikarenakan banyaknya kasus perselisihan hebat hanya demi sebuah warisan orang tua, tetapi akan jadi berkah jika orang tua mengajarkan ikatan saudara/keluarga jauh lebih berharga daripada harta dan mampu membagi warisannya sebelum meninggal.

            Pada masa sulit Ketika mencari penghasilan susah, uang secara langsung akan menunjukkan karakter asli dari manusia, seperti contohnya pada masa pandemi COVID-19 ini, tingkat peretasan, kriminal, penipuan hingga pinjol illegal meningkat. Orang – orang dibutakan hati nuraninya hanya demi mengeruk keuntungan sebanyak – banyaknya dari orang yang sedang kesulitan, dan itulah kenapa sampai ada kata – kata Mutiara “jika ingin mengetahui karakter seseorang, libatkan dia di urusan keuangan”. Uang memang bisa membuat kita berkuasa, membeli apa pun yang kita mau dan bisa memenuhi segala hawa nafsu duniawi kita, tetapi ada beberapa hal yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan uang, yang pertama cinta kasih, kebahagiaan sejati, ikatan antar sahabat, saudara dalam hidup dan mati, kesetiaan, dan terakhir pengorbanan.

            Di era sekarang memang kita tidak mungkin bisa hidup tanpa uang, tetapi itu bukanlah dasar untuk mencelakai/merugikan orang lain hanya demi memperoleh uang sebanyak – banyaknya, karena sesuai dengan hukum karma, uang dari hasil perbuatan tidak terpuji di mata Tuhan akan lenyap dan berkarat dengan sangat cepat. Bersyukurlah jalan satu – satunya agar kita tidak terjerumus godaan berbuat tidak benar demi uang, kita bisa hidup dengan penghasilan cukup jika bisa bersyukur dan menahan hawa nafsu untuk menjadi konsumtif. Salam….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesempatan

Seseorang pernah berkata kalau setiap manusia memiliki potensi dan kecerdasan di bidang tertentu. Itu memang benar, dan bisa dicek dengan te...