Kamis, 18 Juli 2024

Kesempatan

Seseorang pernah berkata kalau setiap manusia memiliki potensi dan kecerdasan di bidang tertentu. Itu memang benar, dan bisa dicek dengan tes psikologi ataupun bakat dan minat. Tapi, meskipun memiliki kecerdasan yang bagus atau potensi yang luar biasa, tidak semua orang bisa menunjukkannya kepada orang - orang di sekitarnya. Salah satu faktor utama seseorang tidak dapat menunjukkan potensinya adalah tidak adanya kesempatan yang datang di dalam hidupnya.

Salah satu dari kesempatan itu adalah umur. Tidak semua orang diberkati dengan umur panjang. Beberapa bahkan meninggal sebelum mencapai umur 20 tahun. Ketika seseorang belum menemukan potensinya, dia keburu dipanggil oleh Tuhan entah karena penyakit, kecelakaan ataupun insiden yang tidak diinginkan. Ada juga yang mulai menemukan kecerdasannya, tapi penyakit lebih dulu merenggut nyawanya. Kesehatan memang sebuah harta yang sangat berharga, melebihi semua emas yang ada di dunia ini.

Kesempatan berikutnya adalah finansial. Bagi mereka yang memiliki finansial yang bagus, tentunya sangat mudah untuk mengembangkan potensi mereka dan pada akhirnya mendapatkan pekerjaan yang bagus. Tapi bagi orang yang kurang secara finansial, akan sangat sulit untuk mengembangkan potensi mereka, dan pastinya akan selalu keduluan oleh mereka yang memiliki dana besar. Begitulah realita hidup di dunia ini, tidak punya uang, yaa jangan harap bisa mengasah potensi sampai maksimal. Bisa survive aja udah bagus banget.

Kesempatan selanjutnya adalah koneksi. Kita tidak bisa menyangkal kalau memiliki koneksi yang bagus, pastinya bisa memuluskan jalan untuk mengembangkan kecerdasan unik kita. Koneksi tersebut bisa berupa pengajar, pengusaha, saudara yang kaya atau pemodal. Memang sangat penting siapa yang ada di dalam lingkaran pertemanan kita. Jangan asal cari teman, karena bisa saja temanmu itu malah menghancurkan potensimu dan mengubur impianmu.

Mau se-cerdas apapun, kalau tidak didukung oleh faktor X, maka kecerdasanmu itu hanya akan dikenal oleh dirimu saja.

Senin, 08 Juli 2024

Mulai dari 0?

Persentase orang yang mulai berbisnis dari 0 sampe sukses itu benar - benar di bawah 1%, bahkan mungkin dibawah 0 koma sekian persen. Kalo yang suka bacot mulai dari 0, itu cuma orang - orang caper, atau terlalu bego dalam memahami makna dari 'dimulai dari 0'

Bagi kalian yang penasaran, coba cek keluarga orang - orang yang suka bilang 'saya berbisnis mulai dari 0'. Apakah bokap mereka konglomerat atau pengangguran? Cek juga pendidikan mereka, sapa tau lulusan dari kampus ternama di luar negeri. Itu udah bukan 0 lagi, itu udah masuk ke dalam kategori privileged istimewa. Gak semua orang punya bokap konglomerat. Bagi beberapa orang, bisa kuliah aja udah bagus banget.

Daripada ngeliatin postingan anak muda yang ngaku - ngaku mulai dari 0, mending kalian belajar dan mendengarkan cerita dari mereka yang gagal di usia muda. Itu malah lebih bagus supaya kita bisa mempelajari kesalahan mereka, dan bisa mempertimbangkan segala keputusan di masa depan. Ingat, kesalahan dan kegagalan adalah bagian dari sejarah, dan itu adalah pelajaran paling berharga daripada mendengarkan ocehan orang - orang yang udah dapat privileged sejak lahir. Mereka saja mungkin belum pernah mengalami kegagalan yang bisa mengancam keberlangsungan hidup mereka. Toh kalo gagal, tinggal minta modal baru sama bokap tercinta. Kayak gitu mulai dari 0? 100 kali.

Kesempatan

Seseorang pernah berkata kalau setiap manusia memiliki potensi dan kecerdasan di bidang tertentu. Itu memang benar, dan bisa dicek dengan te...