Simpati menurut KBBI
memiliki arti rasa kasih; rasa setuju (kepada); rasa suka; keikutsertaan
merasakan perasaan (senang, susah, dan sebagainya) orang lain. Jika dilihat
artinya cukup simpel tipe emosi satu ini, tetapi tidak semua orang bisa
merasakan emosi satu ini. Bersikap simpati mungkin salah satu emosi yang tidak
semua orang bisa mengungkapkan atau bahkan merasakannya, faktor masa lalu dan
pengaruh orang – orang sekitar adalah salah satu yang mempengaruhi seseorang
memiliki sikap simpati terhadap orang lain atau tidak, dan yang utama adalah
faktor dari diri sendiri. Kepribadian tiap orang sangatlah mempengaruhi ada
tidaknya simpati terhadap penderitaan atau musibah yang menimpa orang lain,
jika dia berkepribadian egois sudah dipastikan individu tersebut tidak memiliki
sikap simpati, karena lebih mendahulukan kepentingannya daripada merasakan
perasaan simpati ke orang lain atau orang terdekatnya.
Selain simpati terdapat satu emosi lagi, yaitu empati
yang dalam KBBI memiliki arti keadaan
mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam
keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Empati sendiri jika dilihat adalah emosi yang begitu dalam, dimana kita bisa
merasakan perasaan sedih dan senang dari orang lain, bahkan ikut menangis atau
tertawa bersama. Jika dilihat emosi satu ini bisa menyatukan hati setiap
manusia, dengan merasakan penderitaan orang lain, ikut menangis Ketika rekan
kita berduka, tertawa Bersama saat ada yang meraih kesuksesan, sungguh suatu
emosi yang sangat kuat dan tidak hanya manusia saja yang memiliki, bahkan
binatang juga bisa menunjukkan empati kepada sesame spesiesnya atau kepada
manusia yang dekat dengannya. Meski emosi satu ini bisa membawa dunia menjadi
tempat yang jauh lebih baik, banyak orang yang mulai mengeras hatinya hingga
sulit merasakan empati, kebencian, nafsu, dengki, dan kesombongan telah
mengikis empati dari hati manusia.
Entah para pembaca merasakan atau tidak, dari hari ke
hari simpati dan empati semakin memudar di tengah masyarakat, orang – orang
semakin individualis dan tidak mau memahami rasa sakit yang dialami orang lain.
Tidak hanya rasa sakit, perasaan senang yang dialami orang terdekat merekapun
juga tidak bisa dirasakan, sebaliknya rasa iri dan dengki yang cenderung muncul
Ketika ada orang yang mereka kenal memperoleh sesuatu yang membuat mereka
Bahagia. Kita saat ini hidup di era sulit, bukan hanya dalam mencari uang
tetapi ikatan emosi antar orang, sangat sulit menemukan komunitas dimana mereka
benar – benar terikat secara emosional, menangis Bersama, Bahagia Bersama dan
tertawa Bersama, Ketika ikatan terjadi maka disaat itulah sikap simpati dan
empati dapat menunjukkan dirinya. Mereka yang masih bisa menjalin ikatan kuat
dengan sesamanya pada masa sekarang semakin berkurang, hingga orang – orang
mulai tidak percaya adanya sebuah cinta kasih tanpa syarat. Cinta kasih tanpa
syarat adalah awal untuk melahirkan perasaan empati dan simpati dalam diri
manusia, jika individu yang memiliki cinta kasih kepada sesamanya tanpa syarat
punah dari dunia ini, maka itu adalah akhir dari peradaban manusia.