Jumat, 24 Mei 2024

Apa yang mempersatukan manusia?

 Ada seseorang yang pernah menanyakan sebenarnya apa yang membuat manusia dari latar belakang yang berbeda bisa Bersatu? Mari kita coba dengan beberapa aspek, pertama agama. Dalam catatan sejarah, agama turut andil dalam mempersatukan orang – orang dari berbagai bangsa. Persatuan yang timbul dari agama muncul dari pandangan dan pemikiran yang sama, kemudian Ketika agamanya terancam oleh pihak dari agama lain mampu memaksa orang – orang yang seagama tetapi beda pendapat untuk Bersatu. Jika mau ambil contoh yaitu pada peristiwa perang salib, dimana pada masa itu nyaris seluruh eropa Bersatu untuk merebut kota suci Yerusalem, begitupun juga nyaris seluruh penduduk muslim di Arab juga Bersatu untuk mempertahankan Yerusalem, contoh lain adalah perang paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol, dimana kaum adat dan paderi yang sama – sama muslim tetapi berbeda pendapat akhirnya mampu Bersatu Ketika Belanda datang menyerang, tetapi apakah agama 100% mempersatukan manusia? Jawabannya tidak, nyatanya lebih banyak terjadi pertikaian antar sesama pemeluk agama daripada persatuan yang timbul. Jika memang mempersatukan, seharusnya tidak akan ada aliran lain dalam 1 kepercayaan agama. Pandangan tentang Tuhan dan agama yang beragam menjadi faktor seringnya terjadi beda pendapat antar sesama pemeluk agama.

            Berikutnya adalah ras atau etnis, apakah bisa mempersatukan? Jika menilik Kembali ke sejarah, etnis juga sering mempersatukan individu yang berbeda visi misi untuk menghadapi ancaman dari etnis lain, contohnya adalah persatuan antar sesama warga kulit hitam AS yang menuntut hak sipil untuk mereka pada tahun 1960-an, kemudian bersatunya penduduk tiongkok untuk melawan penjajah jepang pada masa perang dunia 2. Tetapi apakah persatuan itu berlanjut terus? Jawabannya tentu saja tidak, setelah PD II berakhir kubu komunis dan nasionalis di Tiongkok Kembali berperang satu sama lain. Contoh lainnya bis akita lihat Korsel dan Korut, mereka satu rumpun tapi sampai detik ini belum menunjukkan tanda – tanda akan Bersatu Kembali.

            Dari pembahasan diatas pasti ada pembaca yang mencoba mengusulkan ideologi sebagai pemersatu umat manusia. Jika ditilik Kembali, ideologi juga bisa mempersatukan individu dari berbagai kalangan yang memiliki pandangan yang sama. Dalam beberapa kasus di masa lalu, ideologi mampu menggerakkan banyak orang membentuk kelompok besar untuk mempertahankan pandangan mereka, tetapi ideologi juga tidak selamanya bisa mempersatukan banyak individu untuk waktu yang lama, sebagai contoh pada tahun 60-an ketegangan antar dua negara komunis, Uni Soviet dan Tiongkok yang awalnya selalu sepaham tetapi terjadi perselisihan akibat penerapan ideologi komunis oleh Tiongkok yang dianggap tidak sesuai dengan keinginan dari pihak Uni Soviet.

            Dari semua aspek itu, jika pembaca perhatikan lagi ada 1 hal yang sejatinya benar – benar mempersatukan manusia, bukan etnis, agama ataupun ideologi tetapi sesungguhnya perang lah yang paling efektif mempersatukan manusia untuk waktu yang lama. Pernah mendengar pepatah “musuh dari musuhku adalah temanku”,  itu salah satu pepatah yang menguatkan perang sebagai alat pemersatu banyak orang, kenapa? Ketika manusia menghadapi suatu ancaman yang mengancam keberadaan dan eksistensi mereka, maka insting bertahan hidup akan muncul dalam diri manusia, dan Ketika mereka tahu ancaman tersebut tidak mampu mereka hadapi sendiri maka manusia akan mencari manusia lain yang menghadapi ancaman serupa dengannya, dan itulah momen Ketika manusia dari berbagai latar belakang Bersatu untuk melawan ancaman yang mengancam nyawa mereka. Dalam catatan sejarah, perang mampu mempersatukan banyak bangsa dan negara seperti contoh perang koalisi pada masa Napoleon Bonaparte, dimana banyak negara – negara di eropa Bersatu untuk melawan Prancis pimpinan Napoleon yang ingin menguasai seluruh eropa, lalu bersatunya musuh bebuyutan Inggris dan Prancis untuk menghadapi Jerman yang mengancam keberadaan mereka. Kemudian di perang dunia 2, AS dan Inggris mampu Bersatu dengan Uni Soviet yang jelas – jelas berbeda ideologi demi mengalahkan Nazi Jerman. Efek persatuan 2 pihak dalam perang memang jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan aspek lainnya, bahkan hal tersebut bahkan sering dimunculkan dalam film, kartun dan game, dimana ditunjukkan pada akhirnya pihak – pihak yang bertikai mampu Bersatu setelah menemui musuh yang mengancam eksistensi mereka. Karena begitu kuatnya rasa persatuan Ketika memiliki musuh yang sama, beberapa film ataupun serial TV sampai mengangkat kisah seseorang yang ingin sangat kuat dan ingin mengancam umat manusia agar mereka melupakan pertikaian mereka dengan yang lain dan memutuskan Bersatu untuk melawan dia. Mungkin inilah alas an perang sulit dilepaskan dari sejarah manusia, karena secara tidak langsung mempersatukan seluruh individu yang berbeda untuk pergi berperang demi melindungi diri dan orang yang mereka cintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesempatan

Seseorang pernah berkata kalau setiap manusia memiliki potensi dan kecerdasan di bidang tertentu. Itu memang benar, dan bisa dicek dengan te...