Kamis, 06 Juni 2024

Simpati dan Empati

Simpati menurut KBBI memiliki arti rasa kasih; rasa setuju (kepada); rasa suka; keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dan sebagainya) orang lain. Jika dilihat artinya cukup simpel tipe emosi satu ini, tetapi tidak semua orang bisa merasakan emosi satu ini. Bersikap simpati mungkin salah satu emosi yang tidak semua orang bisa mengungkapkan atau bahkan merasakannya, faktor masa lalu dan pengaruh orang – orang sekitar adalah salah satu yang mempengaruhi seseorang memiliki sikap simpati terhadap orang lain atau tidak, dan yang utama adalah faktor dari diri sendiri. Kepribadian tiap orang sangatlah mempengaruhi ada tidaknya simpati terhadap penderitaan atau musibah yang menimpa orang lain, jika dia berkepribadian egois sudah dipastikan individu tersebut tidak memiliki sikap simpati, karena lebih mendahulukan kepentingannya daripada merasakan perasaan simpati ke orang lain atau orang terdekatnya.

Selain simpati terdapat satu emosi lagi, yaitu empati yang dalam KBBI memiliki arti keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Empati sendiri jika dilihat adalah emosi yang begitu dalam, dimana kita bisa merasakan perasaan sedih dan senang dari orang lain, bahkan ikut menangis atau tertawa bersama. Jika dilihat emosi satu ini bisa menyatukan hati setiap manusia, dengan merasakan penderitaan orang lain, ikut menangis Ketika rekan kita berduka, tertawa Bersama saat ada yang meraih kesuksesan, sungguh suatu emosi yang sangat kuat dan tidak hanya manusia saja yang memiliki, bahkan binatang juga bisa menunjukkan empati kepada sesame spesiesnya atau kepada manusia yang dekat dengannya. Meski emosi satu ini bisa membawa dunia menjadi tempat yang jauh lebih baik, banyak orang yang mulai mengeras hatinya hingga sulit merasakan empati, kebencian, nafsu, dengki, dan kesombongan telah mengikis empati dari hati manusia.

Entah para pembaca merasakan atau tidak, dari hari ke hari simpati dan empati semakin memudar di tengah masyarakat, orang – orang semakin individualis dan tidak mau memahami rasa sakit yang dialami orang lain. Tidak hanya rasa sakit, perasaan senang yang dialami orang terdekat merekapun juga tidak bisa dirasakan, sebaliknya rasa iri dan dengki yang cenderung muncul Ketika ada orang yang mereka kenal memperoleh sesuatu yang membuat mereka Bahagia. Kita saat ini hidup di era sulit, bukan hanya dalam mencari uang tetapi ikatan emosi antar orang, sangat sulit menemukan komunitas dimana mereka benar – benar terikat secara emosional, menangis Bersama, Bahagia Bersama dan tertawa Bersama, Ketika ikatan terjadi maka disaat itulah sikap simpati dan empati dapat menunjukkan dirinya. Mereka yang masih bisa menjalin ikatan kuat dengan sesamanya pada masa sekarang semakin berkurang, hingga orang – orang mulai tidak percaya adanya sebuah cinta kasih tanpa syarat. Cinta kasih tanpa syarat adalah awal untuk melahirkan perasaan empati dan simpati dalam diri manusia, jika individu yang memiliki cinta kasih kepada sesamanya tanpa syarat punah dari dunia ini, maka itu adalah akhir dari peradaban manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesempatan

Seseorang pernah berkata kalau setiap manusia memiliki potensi dan kecerdasan di bidang tertentu. Itu memang benar, dan bisa dicek dengan te...