Rabu, 29 Mei 2024

Hanya terbatas pada CV

Salah satu hal yang membuatku sedikit kesal adalah para HR yang lebih percaya dengan ijazah para pelamar, daripada skill yang dimiliki para pelamar. Terkadang, ada beberapa kasus pelamar kerja yang melamar di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan mereka. Tidak semua pelamar kerja itu sekedar iseng melamar di bidang lain, beberapa di antara mereka memang memiliki skill di bidang itu, meski mereka tidak menempuh pendidikannya. Sayangnya, para HR sering menghancurkan mimpi mereka dan tidak mau mencoba memberikan kesempatan dengan berbagai alasan.

Aku kadang kepikiran, kenapa mereka tidak mau mencoba memberikan kesempatan kepada para pelamar yang jurusan kuliah dan pengalamannya berbeda dengan jobdesk yang mereka lamar. Bukankah bisa di tes dengan cara memberikan soal atau semacam simulasi? Kan dari situ bisa dilihat apakah si pelamar benar - benar mampu apa gak. Kalau dari analisaku, mungkin para HR itu antara terlalu kaku dengan aturan, tidak mau ambil pusing atau sekedar mau yang mudah saja. Jika seperti itu, pantas saja mereka kesulitan cari orang, lhaa gak mau mencoba fleksibel.

Tolong lahh, pertimbangkan lagi, gak semua pelamar itu iseng - iseng lhoo. Mereka bisa saja memang berbakat disitu, tapi jurusan kuliah mereka yang membuat mereka tersandung. Apakah ijazah bisa 100% dipercaya sebagai bukti si pelamar jago di bidang yang dia ambil saat kuliah? Belum tentu.

Banyak yang lulusan ini, tapi gak jago sama sekali, malah dia hebatnya di bidang lain. Kalau ditanya kenapa gak ambil yang sesuai minat, kadang karena suatu faktor, membuat mereka tidak mengambil atau tidak sempat mengambilnya.

Begitulah hidup, tidak semuanya berakhir manis. Pasti ada saja pahitnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesempatan

Seseorang pernah berkata kalau setiap manusia memiliki potensi dan kecerdasan di bidang tertentu. Itu memang benar, dan bisa dicek dengan te...