Sabtu, 29 Juni 2024

Apakah keadilan itu masih ada?

Jika mengikuti berita yang sering muncul belakangan, mungkin ada yang bertanya – tanya apakah masih ada keadilan bagi setiap orang. Sejak peradaban awal, manusia selalu menuntut suatu keadilan, tapi nyatanya kebanyakan keadilan yang dituntut hanya untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya, dan itu suatu hal alamiah bagi manusia mengingat manusia pasti akan melakukan segala cara untuk mengamankan dirinya, keluarga dan kelompoknya. Tidak akan pernah ada keadilan mutlak selama mereka yang menuntut keadilan hanya mengutamakan diri sendiri dan kelompoknya, tetapi keadilan mutlak dapat terwujud jika yang menegakkannya adalah kelompok yang tidak terjebak dalam kepentingan yang egois.

Konsep keadilan yang mutlak bagi seluruh orang mungkin masih sekedar impian semata, keinginan untuk mewujudkannya selalu terkendala pihak – pihak berkepentingan yang takut kegiatan mereka terganggu dengan konsep ini, parahnya pihak – pihak ini memiliki power dan uang yang besar sehingga akan melakukan segala cara untuk menjegal siapapun yang mencoba menegakkan keadilan mutlak.

Selasa, 18 Juni 2024

Cinta Sejati?

Cinta sejati itu cuma ada di dunia novel dan komik, di dunia nyata? Sebenernya juga ada, tapi ... persentase-nya berapa??? gak ada 1% kali....

Di era sekarang, cinta itu kebanyakan bersyarat. Dan syarat yang paling penting adalah berduit dan punya mobil bagus. Modal tulus doang? Mana bisa dapet cewe muda yang cantik dan seksi. Palingan cuma dapet wanita tua atau wanita yang sudah memahami arti cinta yang sesungguhnya. Realitanya begitu, entah kalian mau menerimanya atau tidak. Realita itu selalu mengecewakan.

Jadi, suatu saat ketika kalian meninggalkan dunia ini, selama kalian tidak pernah melakukan hal yang merugikan orang lain dan selalu berada di jalan Tuhan, mungkin kalian bisa mendapatkan kesempatan merasakan cinta sejati yang berlangsung dalam keabadian. 

Aku sendiri sudah melihat dan merasakan sisi lain dari cinta. Nyesek tau kalo gak punya privilige. Tapi di satu sisi aku bersyukur, karena bisa melihat sisi lain dari cinta, yang nyaris tidak pernah dibicarakan di publik. Hidup emang penuh misteri dan kejutan, iya kan?

Kamis, 06 Juni 2024

Simpati dan Empati

Simpati menurut KBBI memiliki arti rasa kasih; rasa setuju (kepada); rasa suka; keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dan sebagainya) orang lain. Jika dilihat artinya cukup simpel tipe emosi satu ini, tetapi tidak semua orang bisa merasakan emosi satu ini. Bersikap simpati mungkin salah satu emosi yang tidak semua orang bisa mengungkapkan atau bahkan merasakannya, faktor masa lalu dan pengaruh orang – orang sekitar adalah salah satu yang mempengaruhi seseorang memiliki sikap simpati terhadap orang lain atau tidak, dan yang utama adalah faktor dari diri sendiri. Kepribadian tiap orang sangatlah mempengaruhi ada tidaknya simpati terhadap penderitaan atau musibah yang menimpa orang lain, jika dia berkepribadian egois sudah dipastikan individu tersebut tidak memiliki sikap simpati, karena lebih mendahulukan kepentingannya daripada merasakan perasaan simpati ke orang lain atau orang terdekatnya.

Selain simpati terdapat satu emosi lagi, yaitu empati yang dalam KBBI memiliki arti keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Empati sendiri jika dilihat adalah emosi yang begitu dalam, dimana kita bisa merasakan perasaan sedih dan senang dari orang lain, bahkan ikut menangis atau tertawa bersama. Jika dilihat emosi satu ini bisa menyatukan hati setiap manusia, dengan merasakan penderitaan orang lain, ikut menangis Ketika rekan kita berduka, tertawa Bersama saat ada yang meraih kesuksesan, sungguh suatu emosi yang sangat kuat dan tidak hanya manusia saja yang memiliki, bahkan binatang juga bisa menunjukkan empati kepada sesame spesiesnya atau kepada manusia yang dekat dengannya. Meski emosi satu ini bisa membawa dunia menjadi tempat yang jauh lebih baik, banyak orang yang mulai mengeras hatinya hingga sulit merasakan empati, kebencian, nafsu, dengki, dan kesombongan telah mengikis empati dari hati manusia.

Entah para pembaca merasakan atau tidak, dari hari ke hari simpati dan empati semakin memudar di tengah masyarakat, orang – orang semakin individualis dan tidak mau memahami rasa sakit yang dialami orang lain. Tidak hanya rasa sakit, perasaan senang yang dialami orang terdekat merekapun juga tidak bisa dirasakan, sebaliknya rasa iri dan dengki yang cenderung muncul Ketika ada orang yang mereka kenal memperoleh sesuatu yang membuat mereka Bahagia. Kita saat ini hidup di era sulit, bukan hanya dalam mencari uang tetapi ikatan emosi antar orang, sangat sulit menemukan komunitas dimana mereka benar – benar terikat secara emosional, menangis Bersama, Bahagia Bersama dan tertawa Bersama, Ketika ikatan terjadi maka disaat itulah sikap simpati dan empati dapat menunjukkan dirinya. Mereka yang masih bisa menjalin ikatan kuat dengan sesamanya pada masa sekarang semakin berkurang, hingga orang – orang mulai tidak percaya adanya sebuah cinta kasih tanpa syarat. Cinta kasih tanpa syarat adalah awal untuk melahirkan perasaan empati dan simpati dalam diri manusia, jika individu yang memiliki cinta kasih kepada sesamanya tanpa syarat punah dari dunia ini, maka itu adalah akhir dari peradaban manusia.

Rabu, 29 Mei 2024

Hanya terbatas pada CV

Salah satu hal yang membuatku sedikit kesal adalah para HR yang lebih percaya dengan ijazah para pelamar, daripada skill yang dimiliki para pelamar. Terkadang, ada beberapa kasus pelamar kerja yang melamar di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan mereka. Tidak semua pelamar kerja itu sekedar iseng melamar di bidang lain, beberapa di antara mereka memang memiliki skill di bidang itu, meski mereka tidak menempuh pendidikannya. Sayangnya, para HR sering menghancurkan mimpi mereka dan tidak mau mencoba memberikan kesempatan dengan berbagai alasan.

Aku kadang kepikiran, kenapa mereka tidak mau mencoba memberikan kesempatan kepada para pelamar yang jurusan kuliah dan pengalamannya berbeda dengan jobdesk yang mereka lamar. Bukankah bisa di tes dengan cara memberikan soal atau semacam simulasi? Kan dari situ bisa dilihat apakah si pelamar benar - benar mampu apa gak. Kalau dari analisaku, mungkin para HR itu antara terlalu kaku dengan aturan, tidak mau ambil pusing atau sekedar mau yang mudah saja. Jika seperti itu, pantas saja mereka kesulitan cari orang, lhaa gak mau mencoba fleksibel.

Tolong lahh, pertimbangkan lagi, gak semua pelamar itu iseng - iseng lhoo. Mereka bisa saja memang berbakat disitu, tapi jurusan kuliah mereka yang membuat mereka tersandung. Apakah ijazah bisa 100% dipercaya sebagai bukti si pelamar jago di bidang yang dia ambil saat kuliah? Belum tentu.

Banyak yang lulusan ini, tapi gak jago sama sekali, malah dia hebatnya di bidang lain. Kalau ditanya kenapa gak ambil yang sesuai minat, kadang karena suatu faktor, membuat mereka tidak mengambil atau tidak sempat mengambilnya.

Begitulah hidup, tidak semuanya berakhir manis. Pasti ada saja pahitnya.

Senin, 27 Mei 2024

Nakal dulu baru sukses?

 Gak tau siapa yang bikin kata - kata ini, tapi kalau mau berbicara realita, memang benar ada yang waktu sekolah nakal, tapi ketika sudah dewasa, dia sukses. Hanya saja, jauh lebih banyak yang gagal daripada yang sukses, bahkan yang sukses bisa dihitung dengan jari. Yang sering diungkit yang sukses, yang gagal mah ditutup - tutupin ceritanya, atau bahkan dihapus eksistensinya dari sejarah. 

Fakta lainnya, yang mudanya nakal dan dewasanya sukses, kebanyakan atau bahkan semuanya, berasal dari keluarga kaya. Emang mereka bisa sukses kalo gak ada bantuan finansial dan koneksi? Kalau dari kalangan menengah atau kebawah, boro - boro sukses, sekali saja mengalami kegagalan, yaa tamat deh hidupnya. Uang habis, hutang menumpuk, gak bisa memulai lagi karena gak ada modal sama koneksi yang bagus. Kalo yang kaya, mau gagal berkali - kali, mereka masih punya cadangan finansial buat mencoba lagi sampai sukses.

Kunci dari kesuksesan sebenarnya berasal dari pengalaman kegagalan mereka di masa lalu, dan juga kegagalan yang pernah dialami oleh ortu mereka. Itu privilige dari orkay yang sebenarnya. Kalo yang gak berduit yaa susah dapet privilige seperti itu. Boro - boro gagal berkali - kali, gagal sekali aja udah kayak kehilangan harapan hidup, bahkan beberapa ada yang berakhir jadi depresi, gila atau yang paling buruk sampai bunuh diri.

Sukses sendiri itu juga luas cakupannya. Bisa sehat sampai umur 50 tahun itu udah bisa dibilang sukses. Karena sekarang aja banyak orang yang udah penyakitan di umur 30-an, dan masuk ke umur 40 udah kayak lansia. Hidup mulus tanpa masalah juga terbilang sukses, meski harta gak banyak. Ada kok ang hartanya berjibun, tapi punya banyak masalah hidup.

Jadi kalo mau disimpulkan, jalani saja hidupmu sebaik dan semaksimal mungkin. Ikuti norma masyarakat, jangan berbuat jahat, bersyukur, berbagi jika punya sesuatu yang berlebih dan jangan iri dengan mereka yang punya banyak harta. Dah gitu aja.

Jumat, 24 Mei 2024

Apa yang mempersatukan manusia?

 Ada seseorang yang pernah menanyakan sebenarnya apa yang membuat manusia dari latar belakang yang berbeda bisa Bersatu? Mari kita coba dengan beberapa aspek, pertama agama. Dalam catatan sejarah, agama turut andil dalam mempersatukan orang – orang dari berbagai bangsa. Persatuan yang timbul dari agama muncul dari pandangan dan pemikiran yang sama, kemudian Ketika agamanya terancam oleh pihak dari agama lain mampu memaksa orang – orang yang seagama tetapi beda pendapat untuk Bersatu. Jika mau ambil contoh yaitu pada peristiwa perang salib, dimana pada masa itu nyaris seluruh eropa Bersatu untuk merebut kota suci Yerusalem, begitupun juga nyaris seluruh penduduk muslim di Arab juga Bersatu untuk mempertahankan Yerusalem, contoh lain adalah perang paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol, dimana kaum adat dan paderi yang sama – sama muslim tetapi berbeda pendapat akhirnya mampu Bersatu Ketika Belanda datang menyerang, tetapi apakah agama 100% mempersatukan manusia? Jawabannya tidak, nyatanya lebih banyak terjadi pertikaian antar sesama pemeluk agama daripada persatuan yang timbul. Jika memang mempersatukan, seharusnya tidak akan ada aliran lain dalam 1 kepercayaan agama. Pandangan tentang Tuhan dan agama yang beragam menjadi faktor seringnya terjadi beda pendapat antar sesama pemeluk agama.

            Berikutnya adalah ras atau etnis, apakah bisa mempersatukan? Jika menilik Kembali ke sejarah, etnis juga sering mempersatukan individu yang berbeda visi misi untuk menghadapi ancaman dari etnis lain, contohnya adalah persatuan antar sesama warga kulit hitam AS yang menuntut hak sipil untuk mereka pada tahun 1960-an, kemudian bersatunya penduduk tiongkok untuk melawan penjajah jepang pada masa perang dunia 2. Tetapi apakah persatuan itu berlanjut terus? Jawabannya tentu saja tidak, setelah PD II berakhir kubu komunis dan nasionalis di Tiongkok Kembali berperang satu sama lain. Contoh lainnya bis akita lihat Korsel dan Korut, mereka satu rumpun tapi sampai detik ini belum menunjukkan tanda – tanda akan Bersatu Kembali.

            Dari pembahasan diatas pasti ada pembaca yang mencoba mengusulkan ideologi sebagai pemersatu umat manusia. Jika ditilik Kembali, ideologi juga bisa mempersatukan individu dari berbagai kalangan yang memiliki pandangan yang sama. Dalam beberapa kasus di masa lalu, ideologi mampu menggerakkan banyak orang membentuk kelompok besar untuk mempertahankan pandangan mereka, tetapi ideologi juga tidak selamanya bisa mempersatukan banyak individu untuk waktu yang lama, sebagai contoh pada tahun 60-an ketegangan antar dua negara komunis, Uni Soviet dan Tiongkok yang awalnya selalu sepaham tetapi terjadi perselisihan akibat penerapan ideologi komunis oleh Tiongkok yang dianggap tidak sesuai dengan keinginan dari pihak Uni Soviet.

            Dari semua aspek itu, jika pembaca perhatikan lagi ada 1 hal yang sejatinya benar – benar mempersatukan manusia, bukan etnis, agama ataupun ideologi tetapi sesungguhnya perang lah yang paling efektif mempersatukan manusia untuk waktu yang lama. Pernah mendengar pepatah “musuh dari musuhku adalah temanku”,  itu salah satu pepatah yang menguatkan perang sebagai alat pemersatu banyak orang, kenapa? Ketika manusia menghadapi suatu ancaman yang mengancam keberadaan dan eksistensi mereka, maka insting bertahan hidup akan muncul dalam diri manusia, dan Ketika mereka tahu ancaman tersebut tidak mampu mereka hadapi sendiri maka manusia akan mencari manusia lain yang menghadapi ancaman serupa dengannya, dan itulah momen Ketika manusia dari berbagai latar belakang Bersatu untuk melawan ancaman yang mengancam nyawa mereka. Dalam catatan sejarah, perang mampu mempersatukan banyak bangsa dan negara seperti contoh perang koalisi pada masa Napoleon Bonaparte, dimana banyak negara – negara di eropa Bersatu untuk melawan Prancis pimpinan Napoleon yang ingin menguasai seluruh eropa, lalu bersatunya musuh bebuyutan Inggris dan Prancis untuk menghadapi Jerman yang mengancam keberadaan mereka. Kemudian di perang dunia 2, AS dan Inggris mampu Bersatu dengan Uni Soviet yang jelas – jelas berbeda ideologi demi mengalahkan Nazi Jerman. Efek persatuan 2 pihak dalam perang memang jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan aspek lainnya, bahkan hal tersebut bahkan sering dimunculkan dalam film, kartun dan game, dimana ditunjukkan pada akhirnya pihak – pihak yang bertikai mampu Bersatu setelah menemui musuh yang mengancam eksistensi mereka. Karena begitu kuatnya rasa persatuan Ketika memiliki musuh yang sama, beberapa film ataupun serial TV sampai mengangkat kisah seseorang yang ingin sangat kuat dan ingin mengancam umat manusia agar mereka melupakan pertikaian mereka dengan yang lain dan memutuskan Bersatu untuk melawan dia. Mungkin inilah alas an perang sulit dilepaskan dari sejarah manusia, karena secara tidak langsung mempersatukan seluruh individu yang berbeda untuk pergi berperang demi melindungi diri dan orang yang mereka cintai.

Cinta

 Para pembaca pasti tidak asing dengan kata satu ini, yapp cinta. Sesuatu yang telah melekat pada diri manusia sejak lahir, cinta sendiri dimata orang awam akan selalu memberikan kebahagiaan Ketika mulai merasakan perasaan ini, seolah dunia ini menjadi begitu indah bagaikan surga, ditambah jika telah menemukan tambatan hati maka dunia ini akan serasa menjadi milik berdua, sungguh indah bukan. Jika perasaan ini jatuh ke orang yang tepat maka cinta akan menjadi begitu indah hingga membuat orang – orang sekitar menjadi jealous dan ingin menjadikannya pedoman untuk kehidupan cinta mereka, sekaligus menginspirasi banyak orang yang ingin memulai untuk merasakan perasaan ini dan mengungkapkannya kepada pasangan mereka.

            Tetapi perasaan cinta akan menjadi bencana jika jatuh ke tangan yang salah, cinta dapat membawa keterpurukan, depresi dan putus asa jika tidak dapat dihadapi dengan benar, sebagai contoh Ketika orang yang kita cintai ternyata jatuh cinta dengan orang lain atau telah berjodoh dengan pasangannya, individu yang tidak mampu menerima realita biasanya akan berakhir dengan kesedihan dan yang terburuk dari awalnya cinta menjadi kebencian yang besar. Ingat mereka yang mengenal cinta harus siap menghadapi rasa kebencian yang bisa kapan saja muncul. Bagi yang terjebak dalam cinta buta bisa melakukan hal – hal diluar akal sehat seperti menghabiskan harta benda hanya untuk menghibur orang yang kita sukai, padahal belum tentu orang tersebut jatuh hati kepada kita. Individu yang dibutakan akan cinta memiliki peluang lebih rentan jatuh dalam keputusasaan dan kebencian yang mendalam Ketika menyadari tambatan hati mereka tidak membalas cinta mereka.

            Kehidupan cinta memang tidak pernah lepas dari drama yang mengikutinya, mereka yang tidak belajar pengalaman cinta dari orang – orang yang berpengalaman akan dikutuk untuk mengulangi kebodohan yang pernah dilakukan pendahulu mereka. Cinta bisa menjadi obat mujarab bagi orang yang bijak dalam menjalani kehidupan tetapi akan menjadi wabah penyakit bagi mereka yang tidak paham arti cinta yang sebenarnya. Selalu ingat, cinta bukanlah untuk dipaksakan, cinta juga bukan harus memiliki, tetapi cinta adalah bentuk ikatan kita kepada individu lain untuk menciptakan kehidupan yang jauh lebih baik. Sebagai penutup, cinta bagi penulis adalah berkat dan kutukan di waktu yang sama, tinggal bagian manakah yang mendominasi.

Kesempatan

Seseorang pernah berkata kalau setiap manusia memiliki potensi dan kecerdasan di bidang tertentu. Itu memang benar, dan bisa dicek dengan te...